SUKSES MENEMBUS PTN

Oleh : Riyanto

Persaingan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari tahun ke tahun tampaknya tidak semakin ringan namun justru semakin ketat. Melalui sistem Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) diketahui bahwa untuk tahun akademik 2010/2011 jumlah peserta SNMPTN mencapai angka sekitar 480 ribu, sementara daya tampung seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia hanya sekitar 90 ribu kursi, atau tingkat persaingannya adalah 1 : 6. Selain melalui seleksi nasional SNMPTN, hampir semua PTN di Indonesia juga menyelanggarakan seleksi mandiri, dengan tingkat persaingan yang juga sangat ketat. Universitas Gadjah Mada misalnya, melalui seleksi jalur Ujian Tulis (UTUL) UM-UGM diperoleh data sebagai berikut:

Kelompok Ujian Tahun 2007/2008 Tahun 2008/2009 Tahun 2009/2010
Pendft. Dtrm. Pendft. Dtrm Pendft. Dtrm
IPA 74524 4937 90679 4581 112842 5551
IPS 42198 2376 47886 2360 60523 2576

Dari data tersebut diketahui bahwa tingkat persaingan UTUL UM-UGM adalah sebagai berikut:

Kelompok Ujian 2007/2008 2008/2009 2009/2010
IPA 1 : 15 1 : 20 1 : 21
IPS 1 : 18 1 : 21 1 : 24

Fakta ini menuntut strategi tertentu bagi siapapun yang akan bersaing memperebutkan kursi masuk PTN. Prestasi akademik yang bagus ketika di bangku sekolah tampaknya tidak cukup memberi jaminan sukses menembus PTN. Banyak contoh menunjukkan bahwa seorang siswa yang pandai semasa di sekolah gagal sementara siswa lain yang biasa-biasa saja justru diterima.

Ada prasyarat lain yang mesti dipenuhi oleh peserta seleksi masuk PTN ini, diantaranya adalah: ketepatan memilih program studi, strategi belajar, kesiapan fisik dan mental, serta pemahaman tentang prosedur dan teknis ujian.

1.  Ketepatan memilih program studi

Salah satu strategi yang mesti diperhitungkan dalam menentukan program studi ini adalah pengenalan tentang program studi tersebut serta penyesuaian tingkat persaingan dengan kemampuan akademik siswa. Banyak siswa hanya terpaku memilih program studi yang dipandang favorit, seperti : kedokteran, farmasi, teknik industri, teknik kimia, teknik elektro, ilmu komputer, akuntansi, ekonomi, psikologi, sastra inggris, dan sejenisnya, maka bisa dipastikan persaingan pada program studi tersebut menjadi sangat tinggi (ada yang sampai 1 : 80). Sayangnya pemilihan itu kurang memperhitungkan kemampuan akademiknya, akibatnya kegagalanlah yang terjadi. Padahal di luar program studi yang dipandang favorit tersebut masih tersedia banyak sekali program studi yang sesungguhnya juga sangat prospektif.

Beberapa langkah yang dapat ditempuh agar tidak salah memilih program studi :

a. Mengenal secara obyektif

PTN-PTN di Indonesia umumnya memiliki cukup banyak program studi, tapi diantara program studi tersebut berapa yang sungguh-sungguh dikenal oleh siswa, mungkin menjadi persoalan tersendiri. Mengenali program studi tentu bukan hanya dengan melihat kemungkinan prospeknya di masa depan, tetapi juga apa saja yang mesti dikuasai/dipelajari, apa kesulutan yang mungkin dihadapi, bagaimana sistem perkuliahannya, berapa biaya yang diperlukan, dsb.

Ada banyak cara untuk mengenali program studi ini: bertanya langsung pada mahasiswa/alumni yang bersangkutan, browsing di internet, mengadakan kunjunan ke Jurusan PTN ybs, menghadiri pameran-pameran pendidikan.

b.  Menyesuaikan dengan kemampuan/bakat.

Langkah ini mungkin dianggap terlalu klise, namun sesungguhnya inilah yang mesti dilakukan oleh siswa. Penyesuaian dengan kemampuan/bakat selain bermakna supaya sukses menembus program studi yang dimaksud tetapi juga berarti sukses menjalani perkuliahannya. Kiranya tidak banyak berarti seorang siswa berhasil menembus suatu program studi tetapi kemudian mengalami kesulitan mengikuti proses perkuliahan karena tidak sesuai dengan kemampuan/ bakatnya.

c. Menyesuaikan dengan minat.

Minat adalah kecenderungan jiwa yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas atau kegiatan. Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih, suatu kegiatan yang dilakukan tidak sesuai minat akan menghasilkan prestasi yang kurang menyenangkan,  begitupun hal yang sebaliknya. Maka memilih program studi pun mesti memperhitungkan minat, supaya kita memiliki motivasi yang kuat dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

d. Memperhitungkan tingkat kompetisi/peluangnya.

Awal tulisan ini telah memberi gambaran betapa ketatnya tingkat persaingan menembus PTN. Gambaran umum itu mesti dipahami secara proporsional, artinya pada program studi dan PTN tertentu tingkat persaingan memang sangat tinggi, namun pada program studi dan PTN tertentu sesungguhnya tidak terlalu ketat. Maka menyesuaikan tingkat kompetisi dengan kemampuan diri kiranya menjadi langkah yang bijak. SNMPTN maupun program seleksi mandiri PTN umumnya memberi kesempatan pada setiap calon untuk memilih 3 program studi.

Strategi yang dapat diterapkan dalam hal ini misalnya: 1) pilihan pertama adalah program studi dan PTN yang paling diminati dengan tingkat kompetisi setara sampai dengan kira-kira 10 – 20% di atas kemampuan siswa;   pilihan kedua  adalah program studi dan PTN yang diminati dengan tingkat kompetisi kira-kira 10% di bawah sampai dengan setara kemampuan siswa; 3) dan pilihan ketiga adalah program studi dan PTN yang diminati dengan tingkat kompetisi 10% di bawah kemampuan siswa.

Sementara salah satu cara mengetahui tingkat kemampuan siswa adalah dengan rajin mengikuti uji coba/try out ujian SNMPTN baik secara mandiri/online maupun yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga bimbingan belajar.

2. Strategi Belajar

Sistem ujian pada SNMPTN maupun seleksi mandiri PTN sedikit berbeda dengan sistem ujian di sekolah, baik menyangkut materi maupun sistem penskorannya. Karena ujian ini dimaksudnya sebagai proses seleksi maka materi ujian memang dirancang memiliki daya prediksi akan kemampuan calon mahasiswa. Sedangkan sistem penskorannya menerapkan sistem bonus dan pinalti, artinya setiap jawaban benar akan mendapat skor 4 (empat), setiap jawaban salah akan mendapat skor minus 1 (satu), sedangkan soal yang tidak dijawab akan mendapat skor 0 (nol).

Jenis ujian terdiri :

a.   Ujian Tertulis meliputi:

1)      Tes Potensi Akademik (TPA).

2)      Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP) :

a)      Tes Bidang Studi Dasar terdiri atas mata ujian Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

b)      Tes Bidang Studi IPA terdiri atas mata ujian Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.

c)      Tes Bidang Studi IPS terdiri atas mata ujian Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.

b.  Ujian Keterampilan untuk beberapa program studi.

Pembobotan hasil ujian

a.  Program Studi yang tidak mengadakan Tes Keterampilan, proporsi bobotnya adalah sebagai berikut:

1)      Tes Potensi Akademik (TPA) : 30%

2)      Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP) : 70%

b.  Program Studi yang mengadakan Tes Keterampilan, proporsi bobotnya adalah sebagai berikut:

1)      TPA & TBSP : 50%

2)      Ujian Keterampilan : 50%

Beberapa strategi belajar yang dapat diterapkan adalah :

  • Buat program belajar untuk kurun waktu sekarang sampai SNMPTN/UM, meliputi mata pelajaran yang akan di ujikan pada SNMPTN/UM. Belajarlah setiap hari dan bagi waktu yang ada untuk memantapkan teori dasar, menghafal rumus-rumus dan mengerjakan soal-soal SNMPTN/UM untuk setiap mata pelajaran. Kondisi ini mengharuskan para siswa menyiasati SNMPTN sejak dini. Satu hal yang juga mesti disiasati dengan sebaik-baiknya adalah waktu penyelenggaraan ujian seleksi mandiri di beberapa PTN      yang berdekatan dengan waktu Ujian Nasional.
  • Pelajari dan kerjakan soal-soal dan pembahasan SNMPTN terbaru maupun SNMPTN tahun-tahun sebelumnya. Kerjakan dengan batas waktu tanpa melihat catatan, seolah-olah dalam keadaan test yang sesungguhnya. Setelah selesai, periksa jawaban dengan kunci yang disediakan pada buku. Jawaban yang salah atau kosong harus dikerjakan kembali, jika masih terbentur, jangan malu untuk bertanya ke orang yang tepat. Buatlah target skor minimal yang harus dicapai sesuai dengan pilihan program studi yang diinginkan, dan terus tingkatkan skor bila belum mencapai target.
  • Analisis soal-soal SNMPTN/UM lima tahun terakhir, kemudian kelompokkan soal-soal untuk mendapatkan data statistik materi dan tipe soal yang paling sering muncul untuk setiap bidang studi. Atas dasar ini siswa bisa lebih mempertajam persiapan belajar terhadap topik-topik yang lebih besar kecenderungan keluarnya pada SNMPTN/UM hingga cara belajar akan efektif atau tepat sasaran.

3. Siap fisik dan mental

Cukup banyaknya materi soal ujian dengan waktu yang terbatas menuntut kesiapan fisik dan mental yang prima dari siswa.  Dalam hal ini, belajar dengan intensitas tinggi secara terus-menerus sampai detik-detik menjelang ujian sesungguhnya justru kurang menguntungkan. Bagaimanapun fisik dan mental kita butuh refreshing, maka menjaga fisik dan mental agar tetap prima dengan menciptakan suasana lebih santai dan segar pada 1 -2 hari menjelang ujian merupakan salah satu tips sukses. Namun hal ini hanya mungkin terjadi bila strategi belajar sebagaimana dijelaskan di atas dilakukan.

4. Memahami prosedur teknis ujian

Masalah teknis pelaksanaan ujian ini mungkin dianggap masalah yang sederhana atau bahkan sepele, namun beberapa kasus kegagalan menembus PTN ternyata juga disebabkan hal-hal yang bersifat teknis.

Beberapa tips untuk menghindari kegagalan akibat masalah-masalah teknis ini misalnya:

  • Kenali lokasi ujian sehari menjelang ujian.

Panitia Lokal Ujian biasanya sudah menyiapkan lokasi ujian sehari menjelang ujian, maka periksalah lokasi ujian tersebut, pastikan nomor ujian Anda ada di lokasi tersebut, dan Anda mengetahui posisi pasti ruang ujian Anda. Jika ada masalah dengan lokasi ujian, hubungi panitia lokal (panlok) setempat. Survai ini juga berguna agar Anda mengenali dengan baik jalur perjalanan Anda. Hitung berapa waktu tempuh yang diperlukan untuk sampai ke tempat ujian, perhitungkan juga kemacetan yang mungkin akan terjadi. Tips ini berlaku baik untuk para pengguna kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

  • Persiapkan perlengkapan ujian

Yang paling utama, simpan baik-baik kartu tanda ujian Anda, jangan sampai hilang. Siapkan juga fotokopi ijazah yang telah dilegalisir sekolah asal atau SKHUN asli. Untuk alat tulis, siapkan pensil 2B dan cadangannya, balpoin hitam, penghapus pensil, rautan pensil, dan alas ujian. Pastikan bahwa semua perlengkapan tersebut dapat berfungsi dengan baik. Kartu Peserta, dan seluruh persyaratan yang dibawa sebagai alat verifikasi data sebaiknya difotokopi lebih sebagai cadangan dan disimpan di tempat aman, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

  • Datang ke lokasi ujian lebih awal

Usahakan datang satu jam lebih awal sebelum jadwal ujian dimulai. Pastikan Anda sudah sarapan di rumah, dan usahakan bawa bekal. Sebelum meninggalkan rumah, pastikan semua perlengkapan ujian (kartu peserta, alat tulis, dokumen untuk verifikasi data) sudah Anda bawa dan tidak ada yang tertinggal.

  • Isi dengan cermat Lembar Jawab Ujian (LJU)

Sebelum memulai ujian, panitia biasanya menyediakan waktu khusus untuk mengisi identitas (nomor pendaftaran, nama, kode ujian, dsb) pada lembar jawab ini,  dengarkan dan ikuti petunjuk/penjelasan dari pengawas dengan seksama agar tidak melakukan kesalahan. Ikuti pula tata tertib ujian, jangan menjamah/membuka/membaca soal sebelum ada tanda bahwa ujian sudah dimulai. Saat pengisian daftar hadir, pengawas akan meminta peserta untuk membubuhkan tanda tangan pada Bukti Hadir dan Lembar Jawaban, dengan menggunakan alat tulis panitia.

  • Periksa kembali LJU

10 atau 15 menit sebelum waktu ujian habis, periksa kembali seluruh isian pada lembar jawaban  baik menyangkut identitas maupun jawaban soal. Periksa dengan cermat bahwa tidak ada yang terlewatkan untuk diisi, kecuali jawaban soal yang memang diyakini tidak mampu dijawab.

Periksa pula perlengkapan yang telah dipergunakan, pastikan tidak ada yang hilang. Jika Anda kehilangan dokumen atau ada masalah yang berkaitan dengan SNMPTN/UM, Anda dapat menghubungi sekretariat panlok setempat. Dokumen yang hilang mungkin ditemukan dan dikembalikan ke sekretariat.

Selain semua strategi dan upaya ini hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka yang juga tidak boleh ditinggalkan adalah menyerahkan segala usaha tersebut pada Tuhan melalui doa. Biarkan pertolongan dan penyertaan Tuhan bekerja membantu segala upaya kita.

Semoga sukses menembus PTN !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: