SNMPTN-UGM 2012

Pada seleksi mahasiswa baru tahun akademik 2012/2013 ini, Universitas Gadjah Mada (UGM) memutuskan untuk melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana hanya melalui sistem Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), yang terdiri dari:

  1. SNMPTN Jalur Undangan
  2. SNMPTN Jalur Ujian Tertulis

Dengan demikian sistem seleksi mandiri yang biasanya dilaksanakan di UGM melalui : PBUTM, PBUB, PBOS, PBUPD, PBS tidak lagi dilaksanakan, semuanya diintegrasikan menjadi SNMPTN Undangan UGM.

Informasi mengenai SNMPTN 2012 dapat diperoleh melalui laman http://www.snmptn.ac.id/ dan program SNMPTN-UGM 2012 melalaui laman : http://um.ugm.ac.id

SNMPTN JALUR UNDANGAN 2012

Setelah ditunggu cukup lama, akhirnya laman snmptn 2012 mulai bisa diakses.

Berdasarkan hasil rapat Pengurus Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Jakarta pada tanggal 14 Oktober 2011, para Rektor Perguruan Tinggi Negeri di bawah koordinasi Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional menyelenggarakan seleksi calon mahasiswa baru secara nasional dalam bentuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). SNMPTN 2012 merupakan satu-satunya pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh seluruh Perguruan Tinggi Negeri dalam satu sistem yang terpadu dan diselenggarakan secara serentak.

Pada tahun 2012 ini SNMPTN masih  dilaksanakan melalui dua jalur, yakni: (1) jalur undangan berdasarkan penjaringan prestasi akademik, dan (2) jalur ujian tertulis dan keterampilan. Sejalan  dengan program Pemerintah tentang Bidikmisi, bagi calon yang dinyatakan diterima melalui  masing-masing jalur seleksi dapat mengajukan permohonan memperoleh beasiswa Bidikmisi sehingga mendukung keberlanjutan studinya.

Ada sedikit perubahan berkaitan dengan  persyaratan peserta SNMPTN Jalur Undangan. Selengkapnya dapat dibaca di link ini : snmptn.ac.id

Prinsip-prinsip Belajar Efektif

Setiap orang pastinya ingin sukses dalam belajar/ujian, dan tidak menginginkan menggunakan cara-cara instan seperti : menyontek, menyuap guru, membeli bocoran soal, menggunakan joki, dsb. Hasil belajar yang baik dan diperoleh karena usaha keras sendiri, pastinya juga akan memberikan kepuasan tersendiri.

Masalahnya, bagi sebagian orang belajar masih menjadi aktivitas yang menjemukan, tidak menyenangkan, bahkan membebani. Namun, benarkah anggapan itu?

Steven Covey dalam bukunya Seven Habits of Highly Effective People, menyarankan beberapa jurus jitu belajar efektif:

  • Bertanggung jawab atas dirimu sendiri.
    Tanggung jawab merupakan tolok ukur sederhana di mana kamu sudah mulai berusaha menentukan sendiri prioritas, waktu dan sumber-sumber terpercaya dalam mencapai kesuksesan belajar.
  • Pusatkan dirimu terhadap nilai dan prinsip yang kamu percaya.
    Tentukan sendiri mana yang penting bagi dirimu. Jangan biarkan teman atau orang lain mendikte kamu apa yang penting.
  • Kerjakan dulu mana yang penting.
    Kerjakanlah dulu prioritas-prioritas yang telah kamu tentukan sendiri. Jangan biarkan orang lain atau hal lain memecahkan perhatianmu dari tujuanmu.
  • Anggap dirimu berada dalam situasi “co-opetition” (bukan situasi “win-win” lagi).
    “Co-opetition” merupakan gabungan dari kata “cooperation” (kerja sama) dan “competition” (persaingan). Jadi, selain sebagai teman yang membantu dalam belajar bersama dan banyak memberikan masukkan/ide baru dalam mengerjakan tugas, anggaplah dia sebagai sainganmu juga dalam kelas. Dengan begini, kamu akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik (do your best) di dalam kelas.
  • Pahami orang lain, maka mereka akan memahamimu.
    Ketika kamu ingin membicarakan suatu masalah akademis dengan guru/dosenmu, misalnya mempertanyakan nilai matematika atau meminta dispensasi tambahan waktu untuk mengumpulkan tugas, tempatkan dirimu sebagai guru/dosen tersebut. Nah, sekarang coba tanyakan pada dirimu, kira-kira argumen apa yang paling pas untuk diberikan ketika berada dalam posisi guru/dosen tersebut.
  • Cari solusi yang lebih baik.
    Bila kamu tidak mengerti bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan tersebut. Coba cara lainnya. Misalnya, diskusikan bahan tersebut dengan guru/dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau dengan pembimbing akademismu. Mereka akan membantumu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
  • Tantang dirimu sendiri secara berkesinambungan.
    Dengan cara ini, belajar akan terasa mengasyikkan, dan mungkin kamu mendapatkan ide-ide yang cemerlang.

 

154 Ribu Peserta Nilai Tinggi, Gagal SNMPTN

JAKARTA, KOMPAS.com – Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mengungkapkan fakta menarik seputar hasil ujian tertulis SNMPTN 2011. Sebanyak 154.954 peserta SNMPTN atau 28 persen dari total peserta tidak lolos seleksi meski memperoleh nilai di atas rata-rata nasional. Ketua Panitia SNMPTN 2011, Herry Suhardiyanto mengatakan, hal itu terjadi karena para peserta cenderung hanya memilih satu program studi yang dinilai favorit dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi.

Sebanyak 154 ribu orang nilainya di atas rata-rata nasional. Tetapi tidak diterima dimana-mana

“Sebanyak 154 ribu orang nilainya di atas rata-rata nasional. Tetapi tidak diterima dimana-mana karena salah memilih program studi. Ada orang yang nilainya 90 tidak diterima, karena memilih program studi yang persaingannya ketat. Sementara di program studi yang keketatannya relatif rendah, nilai 40 bisa diterima,” kata Herry, Selasa (28/6/2011), di Jakarta.

Herry menjelaskan, mekanisme SNMPTN 2011 jalur ujian tertulis/keterampilan adalah perebutan tempat. Setiap peserta harus mencapai batas nilai terendah yang ditetapkan di masing-masing program studi dan masing-masing perguruan tinggi.

“Demikian ketatnya program studi favorit. Bahkan, ada peserta yang terpental, meski nilainya 90. Sementara di program studi lain, ada yang nilainya 30 tapi diterima. Jadi, memang mekanismenya adalah perebutan tempat,” jelasnya.

Sebelumnya, Panitia Seleksi SNMPTN 2011 mengumumkan dari 540.953 jumlah peserta SNMPTN jalur ujian tertulis/keterampilan, peserta yang lolos seleksi sebanyak 118.233 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari kelompok IPA sebanyak 56.856 orang dan kelompok ujian IPS sebanyak 61.377 orang.

sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2011/06/28/18265877/154.Ribu.Peserta.Nilai.Tinggi.Gagal.SNMPTN

Cara Menghitung Passing Grade SNMPTN

 

Salah satu kiat yang diyakini oleh banyak orang  untuk berhasil dalam ujian SNMPTN adalah mengetahui passing grade dari perguruan tinggi negeri yang akan kita pilih, lalu membandingkannya dengan kemampuan kita (passing grade yang kita capai dalam try out). Hal ini perlu untuk menyesuaikan kemampuan dengan jurusan yang akan dipilih pada SNMPTN.

Cara menghitung passing grade:

Anda dapat menghitung passing grade untuk memprediksi kemampuan anda setelah anda menyelesaikan soal try out SNMPTN dan mencocokannya dengan kunci jawaban, dengan rumus berikut:
Passing Grade = (B x 4) – (S x 1) x 100
JS x 4Keterangan :
B = Jumlah jawaban benar
S = Jumlah jawaban salah
JS = Jumlah soal

Misalnya :
Hari pertama, Sigit menjawab 25 soal SNMPTN dengan benar, 25 soal salah dan 25 soal tidak dijawab. Maka passing grade Sigit pada hari pertama adalah :
(25×4)-(25×1) x 100 = 25
75×4
Jadi passing grade Sigit pada hari pertama adalah 25%Hari kedua, Sigit menjawab 20 soal SNMPTN dengan benar, 10 soal salah, dan 45 soal tidak dijawab. Maka passing grade Sigit pada hari kedua adalah :

(20×4)-(10×1) x 100 = 23.3
75×4
Jadi passing grade Sigit pada hari kedua adalah 23.3%Passing Grade Sigit adalah rata-rata dari passing grade hari pertama dan passing grade hari kedua. Tepatnya sebagai berikut:

Passing Grade Total =PGH1 + PGH2Keterangan :

PGH1 = Passing Grade Hari Pertama
PGH2 = Passing Grade Hari KeduaJadi passing grade total dari Sigit adalah = (25%+23.3%)/2 = 24.15%

Perhitungan passing grade juga bisa dilakukan sekaligus, maksud saya hari pertama dan hari kedua dihitung langsung.

PG = ((B1+B2)*4) – ((S1+S2)*1) x 100
(JS1+JS2)*4Keterangan :
B1 = Jumlah jawaban benar di SNMPTN hari I
B2 = Jumlah jawaban benar di SNMPTN hari II
S1 = Jumlah jawaban salah di SNMPTN hari I
S2 = Jumlah jawaban salah di SNMPTN hari II
JS1 = Jumlah soal di SNMPTN hari I
JS2 = Jumlah soal di SNMPTN hari II

Jika anda malas menghitung, Anda dapat menggunakan gadget untuk menghitung passing grade di bagian kanan blog ini. Karena tool ini tidak menggunakan validasi maka keakutanan data yang diinput mutlak dibutuhkan, tidak ada alert atau warning untuk kesalahan input data. Jika data yang dimasukkan salah maka, informasi hasil penghitungan yang diberikan juga salah.

 

Cara Bijak Menyikapi Passing Grade SNMPTN

Passing Grade SNMPTN 2012 mungkin akan menjadi bahan pencarian populer di internet beberapa bulan ke depan, seiring dengan pelaksanaan SNMPTN 2012. Banyak oranag meyaknini bahwa passing grade merupakan salah satu persyaratan yang dijadikan patokan untuk seseorang dinyatakan diterima di PTN.

Namun, sebaiknya kita tidak terlalu terjebak dengan data passing  grade ini ketika mempertimbangkan memilih suatu program studi dan PTN yang akan dimasuki. Pasalnya, ada beberapa kesalahan dalam memahami passing grade untuk tiap jurusan perguruan tinggi negeri. Adapun kesalahpahaman itu adalah sebagai berikut:

  1. Pada dasarnya, ptn manapun tidak pernah memberikan bocoran passing grade (standar kelulusan) kepada pihak-pihak tertentu. Jadi, passing grade yang kita ketahui adalah produk bimbel yang sengaja dibuat sebagai acuan kemungkinan kelulusan. Maka tidak mengherankan kalau kita menemukan data passing grade yang berbeda-beda untuk suatu prodi dan PTN yang sama.
  2. Passing grade adalah ‘sesuatu’  yang bersifat dinamis. Artinya, setiap periode SNMPTN memiliki standar sendiri untuk jurusan-jurusan tertentu tiap tahunnya.
  3. Sejatinya, yang ada bukanlah standar kelulusan, tapi keketatan, karena sistem SNMPTN bertujuan untuk menyeleksi, bukan menilai.

Oleh karena itu, passing grade tidak dapat menjadi acuan utama kita dalam memilih program studi di SNMPTN.

Sebagai contoh kongkrit; standar kelulusan untuk FTTM(perminyakan) ITB pada SNMTPN 2009, cenderung standar, namun pada SNMPTN 2011, peminat fakultas ini meningkat tajam sesuai dengan prospknya yang cukup menjanjikan dari segi lapangan pekerjaan. Hal serupa juga terjadi pada program studi FITB(kebumian) dan SF(farmasi) ITB yang menduduki peringkat atas keketatan untuk diterima di ITB pada SNMPTN 2011 bersaing dengan teknik industri(FTI ITB) yang standar kelulusannya cenderung tinggi dari tahun ke tahun.

Selain itu, masalah kuota jurusan juga sangat berpengaruh dalam sistematika seleksi SNMPTN. Contohnya, fakultas-fakultas teknik yang ada di UI yang kuota penerimaan SNMPTN-nya hanya berkisar 11-14 orang perfakultas untuk program S1 reguler. Hal ini tentu kontras dengan jurusan-jurusan tehnik di ITB(yang kuotanya mencapai angka ratusan perfakultas) dan UGM yang kuota penerimaannya ada di kisaran puluhan. rujukan: www.snmptn.ac.id

Namun, bagi yang masih bersikeras memilih UI sebagai tempat perkuliahannya, ada baiknya turut mempersiapkan untuk mengikuti SIMAK UI sebagai jalur alternatif, karena sebagian besar kuota penerimaan mahasiswa baru untuk universitas ini berasal dari seleksi SIMAK-nya.

Kira-kira itulah sedikit penjelasan mengenai dilematika Passing Grade dalam SNMPTN yang harus sahabat kuasai karena pemilihan jurusan juga memengaruhi keberhasilan teman-teman dalam mengikuti SNMPTN ini. Jika ada koreksi atau pertanyaan silakan tinggalkan komentar dibawah ini.

Sumber: http://www.ptn-online.com/

Pendaftaran Bidik Misi SNMPTN Ujian Tulis

Persyaratan peserta bidik misi :

1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2011;

2. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;

3. Kurang mampu secara ekonomi;

4. Memiliki potensi akademik memadai, yaitu masuk dalam 30 persen terbaik di sekolah (semester empat dan lima bagi yang akan lulus 2011 ) untuk semua jenis seleksi Bidik Misi kecuali untuk SNMPTN jalur undangan, masuk 50 %c terbaik disekolah;

5. Potensi akademik dan prestasi yang dimaksud pada butir 5 (lima), 6(enam), dan 7 (tujuh) dinyatakan melalui surat rekomendasi Kepala Sekolah/Madrasah atau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sesuai dengan Lampiran 1;

6. Pendaftar diperkenankan memilih seleksi nasional dan atau seleksi mandiri untuk difasilitasi dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Salah satu jenis seleksi nasional

b. 1 (satu) PT dan 2(dua) program studi pada seleksi mandiri;

Bagi peserta bidik misi SNMPTN Undangan yang tidak diterima, masih bisa mendaftar lagi sebagai peserta bidik misi SNMPTN Ujian Tulis.

Caranya:

1. Buka laman http://bidikmisi.go.id/pendaftaran

2. Langsung isi pendaftaran tahap 3: Pendaftaran Calon

3. Isi NISN

4. Isi NPS (Nomor Pendaftaran Sementara) dengan Nomor Pendaftaran SNMPTN Undangan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.